Requirement Engineering

Dalam melakukan tahapan pengumpulan requirement ini kami mengalami beberapa kendala. Pada awalnya kami bingung untuk melakukan visit kemana. Hal ini dikarenakan pengguna kami adalah siswa-siswa sekolah, sehingga sedikit membingungkan untuk menentukan siapa yang dapat menjadi salah satu stakeholder dalam projek ini.

Selain hal itu, kami juga terkendala dengan waktu untuk melakukan visitasi. Selama seminggu ini kami tidak ada waktu yang beririsan dengan waktu yang dimiliki para siswa. Oleh karena itu pada akhirnya kami memutuskan untuk membagi pengumpulan requirement ini menjadi beberapa tahap. Tahap pertama yaitu sampai laporan ini dibuat, kami melakukan tanya jawab personal serta membuat form untuk disebarluaskan sehingga mendapat data konkret terhadap jawaban-jawaban kami.

Baru setelahnya akan diadakan interview lebih lanjut dengan lebih banyak siswa, serta pihak guru sebagai penyedia materi. Setelah tahapan tersebut selesai, maka kami akan mengadakam visit ke salah satu perusahaan atau instansi yang memang membuat atau berhubungan dalam media pembelajaran online ini. Hal ini dilakukan agar kami mendapat gambaran dari apa yang dibutuhkan dan bagaimana sistem yang selama ini digunakan.

 

Hasil

Kami menanyakan perihal penggunaan media pembelajaran online. Kami menyortir agar form yang diisi hanya siswa-siswa yang pernah punya pengalaman menggunakannya. Hal tersebut agar kami mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dirasakan pengguna. Dari respon yang diterima, mereka merasa bahwa media pembelajaran online yang mereka gunakan memiliki materi yang lengkap, latihan soal, serta media visual—seperti gambar atau video—sebagai pelengkap materi.

Ketika kami bertanya perihal mana yang lebih baik antara media online atau bimbingan belajar(pembelajaran offline), 59% diantaranya memilih bimbingan belajar. Hal ini menjadi catatan kami untuk memaksimalkan media online agar lebih efektif daripada media pembelajaran offline. Selain itu banyak dari mereka(81%) memilih bentuk mobile untuk pembelajarannya.

Mereka juga meminta agar diaadakan sistem akun dan sistem yang dapat menghubungkan antara pengajar dan pengguna (95%). Kami juga menanyakan perihal penyedia materi, 70% memilih guru bimbel daripada guru sekolah. Tiap respon memiliki alas an yang berbeda.

Dari data yang didapatkan diatas, kami memiliki gambaran mengenai media pembelajaran yang akan kami buat. Data ini akan dikombinasikan dengan data yang akan kami dapat dari tahapan selanjutnya. Sehingga akan didapatkan data requirement yang sesuai dengan kemauan pengguna.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *